Benda-benda
bersejarah kembali ditemukan seorang warga dari Dusun Sidomulyo RT/RW
05/06, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Temuan ini semakin
memperkuat jika pada zaman dahulu, Lumajang menjadi pusat perdaban besar.
Mistari (58)
tidak pernah bermimpi atau ada satu firasat khusus atas temuan barang
bersejarah yang didapat pada Selasa (12/11) siang. Warga Dusun Sidomulyo RT/RW
05/06, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir ini niat awalnya hendak membuat
tempat pembuangan kotoran sapi di pekarangan rumahnya.
Belum juga
dalam dia menggali tanah, cangkulnya menumbuk pada satu benda keras. Mistari
pun jadi curiga. Dengan hati-hati dikeruk tanh dengan tangan. Dan tampaklah
sebuah benda berbentuk wadah sesaji.
Temuan ini
membuat heran dan terkejut Mistari, kemudian mencoba dengan hati-hati dikeruk
tanah disekitarnya. Hasilnya ditemukan berupa tempat lampu, wadah perunggu,
paidon, wadah sesaji, mangkok semuanya berjumlah 8 buah. Untuk lampu kuno ada
tiga dengan ukuran yang berbeda.
Barang yang
ditemukan dan mengandung nilai sejarah tinggi ini, oleh Mistari
diserahkan kepada Polsek Kunir. Untuk sementara diamankan di Kantor
Polsek Kunir.
Menurut
Sekretaris Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur, Lutfi Amerta
Sanjiwani, S. Sos, temuan ini jadi bukti jika pada jamannya di Kabupaten
Lumajang atau dahulu di kenal dengan Lamajang pernah menjadi pusat perabadan
besar.
"Kita
dapat menemukan beberapa penggalan-penggalan kosong yang sementara ini hilang
dalam merangkai sejarah peradaban kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin
oleh Arya Wiraraja," kata Lutfi Alumnus Universitas Negri Malang.
Dikatakan,
sebuah kerajaan besar sebagai penyeimbang. Kerajaan belahan Majapahit atau
Majapahit Timur yang berpusat di Arnon (Situs Biting sekarang) selain
meninggalkan bangunan-banguna yang bahannya terbuat dari batu bata merah,
seperti kawasan perbentengan di Situs Biting, percandian di Kedungmoro, Candi
Gedong Putri di Candipuro dan Candi Agung di Randu Agung.
kerajaan Lamjang Tigang Juru pada Arya Wiraraja yang bernama muda Banyak Wide
yang mempunyai arti Brahmana yang cerdik telah banyak meninggalkan
jejak-jejak peradaban. Beberapa Wanua (kota) juga berkembang di masa
kepemimpinannya salah satunya adalah di Kecamatan Kunir," terangnya.
Di masa
lampau, jelas Lutfi, Kunir memiliki peranan yang cukup penting dalam
perkembangan di Kerajaan Lamajang Tigang Juru, keberadaanya ditepi pantai
selatan juga menjadi salah satu faktor Kunir menjadi kawasan yang berkembang
dan padat penduduk.
"Hal
ini didukung beberapa penemuan benda-benda purbakala. Seperti yang beberapa
waktu yang lalu ditemukan struktur candi di Dusun Kedungsari, Desa Kedungmoro
yang merupakan kompleks percandian. Benda-benda purbakala yang ditemukan Pak
Mistari menjadi bukti kebesaran Lamajang di masa lalu," pungkasnya.(ron/pat/yoc)