Kamis, 20 Maret 2014

MISTERI KOTA LAMAJANG KUNO



Temuan Benda Bersejarah di Kec. Kunir, Kab. Lumajang

Benda-benda bersejarah kembali ditemukan seorang warga dari Dusun Sidomulyo RT/RW 05/06, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang. Temuan ini semakin memperkuat jika pada zaman dahulu, Lumajang menjadi pusat perdaban besar.
Mistari (58) tidak pernah bermimpi atau ada satu firasat khusus atas temuan barang bersejarah yang didapat pada Selasa (12/11) siang. Warga Dusun Sidomulyo RT/RW 05/06, Desa Karanglo, Kecamatan Kunir ini niat awalnya hendak  membuat tempat pembuangan kotoran sapi di pekarangan rumahnya.
Belum juga dalam dia menggali tanah, cangkulnya menumbuk pada satu benda keras. Mistari pun jadi curiga. Dengan hati-hati dikeruk tanh dengan tangan. Dan tampaklah sebuah benda berbentuk wadah sesaji.
Temuan ini membuat heran dan terkejut Mistari, kemudian mencoba dengan hati-hati dikeruk tanah disekitarnya. Hasilnya ditemukan berupa tempat lampu, wadah perunggu, paidon, wadah sesaji, mangkok semuanya berjumlah 8 buah. Untuk lampu kuno ada tiga dengan ukuran yang berbeda.
Barang yang ditemukan dan mengandung nilai sejarah tinggi ini, oleh Mistari diserahkan  kepada Polsek Kunir. Untuk sementara diamankan di Kantor Polsek Kunir. 
Menurut Sekretaris Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit Timur, Lutfi Amerta Sanjiwani, S. Sos, temuan ini jadi bukti jika pada jamannya di Kabupaten Lumajang atau dahulu di kenal dengan Lamajang pernah menjadi pusat perabadan besar.
"Kita dapat menemukan beberapa penggalan-penggalan kosong yang sementara ini hilang dalam merangkai sejarah peradaban kerajaan Lamajang Tigang Juru yang dipimpin oleh Arya Wiraraja," kata Lutfi Alumnus Universitas Negri Malang.

Dikatakan, sebuah kerajaan besar sebagai penyeimbang. Kerajaan belahan Majapahit atau Majapahit Timur yang berpusat di Arnon (Situs Biting sekarang) selain meninggalkan bangunan-banguna yang bahannya terbuat dari batu bata merah, seperti kawasan perbentengan di Situs Biting, percandian di Kedungmoro, Candi Gedong Putri di Candipuro dan Candi Agung di Randu Agung.       

kerajaan Lamjang Tigang Juru pada Arya Wiraraja yang bernama muda Banyak Wide yang mempunyai arti Brahmana yang cerdik telah banyak meninggalkan jejak-jejak peradaban. Beberapa Wanua (kota) juga berkembang di masa kepemimpinannya salah satunya adalah di Kecamatan Kunir," terangnya. 
Di masa lampau, jelas Lutfi, Kunir memiliki peranan yang cukup penting dalam perkembangan di Kerajaan Lamajang Tigang Juru, keberadaanya ditepi pantai selatan juga menjadi salah satu faktor Kunir menjadi kawasan yang berkembang dan padat penduduk.
"Hal ini didukung beberapa penemuan benda-benda purbakala. Seperti yang beberapa waktu yang lalu ditemukan struktur candi di Dusun Kedungsari, Desa Kedungmoro yang merupakan kompleks percandian. Benda-benda purbakala yang ditemukan Pak Mistari menjadi bukti kebesaran Lamajang di masa lalu," pungkasnya.(ron/pat/yoc)